Rabu, 24 September 2014

PT indonesia power

PT Indonesia Power adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan tenaga listrik di Indonesia. Tujuan penulis melakukan praktik magang di PT Indonesia Power adalah penulis ingin mendapatkan pengalaman kerja nyata dan menyusun laporan praktik magang sebagai salah satu syarat kelulusan. Selama melakukan praktik
magang disana, penulis ditempatkan di Divisi Sub Direktorat Administrasi SDM. Penulis bertugas untuk mempelajari jenis-jenis kompensasi yang diberikan perusahaan kepada pegawai dan melakukan pengarsipan surat-surat yang masuk maupun yang keluar. Jenis-jenis kompensasi yang diberikan PT Indonesia Power kepada para
pegawainya sudah cukup baik. Walaupun demikian, penulis menemukan satu masalah. Masalah itu adalah pegawai yang berprestasi merasa kinerjanya selama ini kurang dihargai oleh perusahaan. Penghasilan yang diterima pegawai yang berprestasi tidak jauh berbeda dengan pegawai yang kurang berprestasi. Kondisi ini dapat menurunkan semangat kerja pegawai. Apabila tidak segera dibenahi maka kinerja pegawai akan
menurun, dan dapat berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna listrik.

Senin, 22 September 2014

PT Freeport belajar pengelolaan SDM dan organisasi ke PT Indonesia power


Jakarta, (4/9), PT Freeport Indonesia melakukan kunjungan ke PT Indonesia Power Kantor Pusat dalam rangka melakukan diskusi terkait pengelolaan SDM khususnya Organisasi. Pertemuan antara kedua pihak berlangsung di Ruang Rapat Pesanggaran lantai 5.
Pertemuan dihadiri oleh tim PT Freeport Indonesia dari bidang Human Resource Manpower Management, yaitu : Hardi, Leo Auri, Astri G. Sari dan Trianna Sudirman serta  Spencer Paoh dari bidang Corporate Communication. Sedangkan dari PT Indonesia Power dihadiri oleh perwakilan team Direktorat SDM.
PT Freeport Indonesia berkunjung dalam rangka ingin mendapatkan pembanding atas sistem pengorganisasian dan khususnya terkait penerapan haypoint pada indutri pembangkitan, bagi PT Puncak Jaya Power Tembagapura atau dikenal sebagai PJP. PJP merupakan Anak Perusahaan PT Freeport Indonesia yang bergerak dalam bidang pembangkitan yang mengelola dari mulai pengoperasian, pemeliharaan sampai dengan penyaluran untuk kebutuhan internal di lingkungan PT Freeport Indonesia.  Kunjungan ke PT Indonesia Power ini tentunya berdasarkan pertimbangan bahwa PT Indonesia Power merupakan Perusahaan pengelola pembangkit yang memiliki berbagai jenis type pembangkit dengan berbagai size dan juga merupakan pionir dalam industri pembangkitan yang menerapkan haypoint system.
Acara dimulai dengan sharing mengenai pengorganisasian di lingkungan PT Indonesia Powerdilanjutkan dengan sharingdari PT Freeport  Indonesia mengenai implementasipengelolaan talent dan diakhiri dengan acara ramah tamah.Kegiatan diskusi berlangsung hangat selama kurang lebih 3 jam, dan menghasilkan penambahan wawasan atas implementasi best practice pengelolaan SDM bagi kedua belah pihak.

Sabtu, 20 September 2014

visi misi dan tujuan di pt indonesia power


Misi:
Menyelenggarakan bisnis pembangkitan tenaga listrik dan jasa terkait yang bersahabat dengan lingkungan.
Visi:
Menjadi perusahaan energi tepercaya yang tumbuh berkelanjutan.
Tujuan:
  •  Menciptakan mekanisme peningkatan efisiensi yang terus-menerus dalam penggunaan sumber daya perusahaan.
  •  Meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara berkesinambungan dengan bertumpu pada usaha penyediaan tenaga listrik dan sarana penunjang yang berorientasi pada permintaan pasar yang berwawasan lingkungan.
  • Menciptakan kemampuan dan peluang untuk memperoleh pendanaan dari berbagai sumber yang saling menguntungkan.
  • Mengoperasikan pembangkit tenaga listrik secara kompetitif serta mencapai standar kelas dunia dalam hal keamanan, keandalan, efisiensi maupun kelestarian lingkungan.
  • Mengembangkan budaya perusahaan yang sehat diatas saling menghargai antar karyawan dan mitra kerja, sertamendorong terus kekokohan integritas pribadi dan profesionalisme.  

Kamis, 18 September 2014

Pt Indonesia power perusahaan pertama terima sertifikat PAS 55 terbanyak

PAS 55 merupakan suatu spesifikasi pengelolaan asset fisik yang akan menjadi standar ISO 55.000 Manajemen  asset fisik tahun 2014. Sertifikasi ini berhasil di peroleh PT. Indonesia Power, belum lama ini sekaligus bertepatan dengan ulang tahun Indonesia Power yang ke-18, 3 Oktober 2013 lalu. 
Pada peringatan Hari Ulang Tahun yang ke 18 ini, PT Indonesia Power menetapkan tema “Perjalanan Menuju Perusahaan Pembangkitan Tenaga Listrik Kelas Dunia”. Direktur Utama, Djoko Hastowo mengatakan tema ini menjadi pengingat bahwa seluruh rangkaian keberhasilan dan prestasi  selama ini merupakan buah dari komitmen, kerja keras serta perbaikan terus menerus dari  tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Djoko, prestasi  hanya dapat dipertahankan jika perusahaan terus me-lakukan berbagai inovasi, selaras dengan upaya perbaikan untuk selalu meraih hasil terbaik. Guna memastikan hal tersebut, Direktur Utama menghimbau seluruh insan PT Indonesia Power se-nantiasa  meningkatkan kompetensinya.
Kado ulang tahun berupa serifikat PAS 55 diperoleh dari EC HARRIS BULIT CONSULTANCY London Inggris dan diberikan kepada 5 unit yaitu  Unit Kantor Pusat & Unit Bisnis Pemeliharaan, Jakarta, Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Suralaya, Banten, Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Priok, Jakarta, Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Saguling, Jawa Barat dan Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Kamojang, Jawa Barat. 
“ Kesuksesan ini berkat kerja keras dan kerja sama seluruh Pegawai serta bantuan konsultan saat setup dan implementasi. PT Indonesia Power telah mempelajari PAS 55 sejak tahun 2011 dengan konsultan pengajar NSGI. Hasil maturity level 2.03, “ ujarnya. 
Tahun 2012 PT Indonesia Power memang melakukan training dan Gap Analysis dengan menggandeng EA Technology (EATL), dimana EATL adalah salah satu patron Institute of Asset Management (IAM) dan merupakan IAM PAS 55 endorsed assessor and endorsed trainer. 
Hasil Gap Analysis menunjukkan maturity level 2.43. untuk dapat tersertifikasi PAS 55 minimal harus memenuhi nilai maturity sebesar 2.5 untuk semua klausul. 
Kemudian tahun 2013 kembali menggandeng EATL untuk melanjutkan pembuatan penyempurnaan kebijakan, sistem, prosedur, dan dokumen terkait. Saat sertifikasi dilakukan oleh Edward Charles Harris (EC Harris), sebuah perusahaan yang tercatat sebagai IAM PAS 55 endorsed assessor. 
Kelebihan PAS 55
5 unit yang memperoleh PAS 55 di 2013 ini. menurut Djoko, adalah kelima unit kerja ini telah merepsesentasikan PT Indonesia Power dengan keikutsertaan Kantor Pusat sebagai pengelola kebijakan, strategi, dan Perencanaan. 
Sedangkan empat unit kerja lainnya mewakili Pembangkit Listrik termal batubara, combine cycle, hydro, dan geothermal. Kelima unit ini juga Buy in dan implementasi lebih leading saat di setup bulan Maret – Juni 2013. Sedangkan kelengkap-an dokumen dan penyusunan In Power IMS yang lebih baik
4 Unit Bisnis lainnya yaitu UBP Semarang, UBP Mrica, UBP Perak Grati, dan UBP Bali, menurut Djoko, direncanakan akan tersertifikasi Semester 1 tahun 2014. “ Diharapkan April sudah tersertifikasi semua, “ ujarnya.
Komitmen Sejak 2010
Indonesia Power telah berkomitmen sejak tahun 2010 dalam mengimplementasikan manajemen asset yang ditandai dengan capacity bulding dan training. 
Kemudian juga memasukkan penilai-an maturity level manajemen asset sejak 2011. Hal-hal ini dilakukan untuk menstandarkan pengelolaan asset fisik sesuai best practice sehingga bisa menjadi best practice. 
Direksi memang memberikan perhatian penuh atas perbaikan proses melalui implementasi InPower IMS. Implementasi sistem tersebut diharapkan mampu  mengintegrasikan 7 sistem mutu sesuai standar internasional dan kriteria Malcolm Balridge  sebagai landasan tolok ukur perusahaan. Upaya standarisasi tersebut menunjukkan hasilnya dengan memperoleh sertifikasi PAS 55.
PAS 55 mempunyai 7 kriteria yaitu persyaratan umum, kebijkaan manajemen asset, strategi tujuan dan perencanaan manajemen asset, asset manajemen enabler dan control, implementasi rencana manajemen asset, asessmen dan peningkatan kinerja dan manajemen review.
Untuk memenuhi ketujuh kriteria tersebut suatu perusahaan harus memiliki dan menjalankan suatu kebijkaan, rencana jangka panjang, rencana tahunan dan tujuan pengelolaan asset secara terintegrasi dan berkesinambungan. 
“Kemudian agar hal tersebut berjalan diperlukan penggerak dan pengendali berupa pengelolaan SDM, komunikasi, sistem dokumentasi, sistem informasi, manajemen risiko, ketaatan terhadap peraturan dan manajemen perubahan, “ ujarnya, belum lama ini. Proses-proses ini, menurutnya, memang menunjukkan suatu keberhasilan terhadap peningkatan kinerja dan adanya pembelajaran organisasasi.
PT. Indonesia Power sendiri akan memperoleh beberapa keuntungan dengan diperolehnya sertifikat ini. Pertama, memberikan jaminan kepada pemegang saham bahwa implementasi manajemen asset Indonesia Power telah sesuai dengan best practice.
Kedua, memberikan keyakinan (pondasi kuat) kepada IP mencapai RJPP dan KPI (kinerja) melalui proses yang baik dan benar. Ketiga, memberikan kesempatan sharing informasi dan knowledge kepada pegawai secara terstruktur dan transparan. 
Bagi para pegawai sendiri, sertifikasi PAS 55 sudah harus menjadi suatu kebutuhan. “Setiap pegawai harus menyadari peran serta dan kontribusinya terhadap peningkatan kinerja perusahaan, “ tambahnya.
Indonesia Power berkomitmen menjadi perusahaan pembangkit 10% world class services tahun 2015. Dimana pembangkit IP dapat mencapai EAF (Equivalent Availability Factor) 10% terbaik standar NERC (North American Electic Reliablity Corporation). 
Selama 18 tahun perjalanannya, kompetensi PT Indonesia Power telah mendapat banyak pengakuan pihak luar. Hal ini dapat diketahui dari seluruh kegi-atan kompetisi inovasi  di lingkungan PT PLN (Persero) maupun di lingkup yang lebih luas. 
Tetapi menurut Djoko, ada agenda penting yang masih harus dipenuhi kedepannya yaitu  siap tinggal landas menuju kinerja kelas dunia dengan  ISO 55000 (PAS 55),  Malcolm Baldrige dan  InPower Integrated Management System (IMS).  
Beban dan tugas kedepannya adalah pengimplementasian Asset Management ini dalam kegiatan proses bisnis oleh seluruh bidang, tidak hanya pada operasi dan pemeliharaan, namun seluruh bidang termasuk prokurmen, administrasi dan Keuangan. 


Kedepannya setiap tahun akan dilakukan Audit Surveilance untuk melihat konsistensi dari penerapannya. Selain itu, pemenuhan berbagai standar dan kriteria yang diakui sebagai ukuran keberhasilan perusahaan, juga akan terus dilakukan. “ Sasaran utama kita adalah Initial Public Offering (IPO). Kita punya tahapan hingga 2022. IPO bisa maju sesuai kesiapan perusahaan, “ ujarnya.  

motivasi karyawan terhadap pt indonesia power

Program ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada pegawai agar selalu menjaga motivasinya dalam bekerja dan meningkatkan kinerjanya untuk memberikan yang terbaik kepada perusahaan tercinta PT Indonesia Power. “Setiap orang selalu mempunyai motivasi dalam melakukan pekerjaan apapun bahkan motivasi adalah energi yang menuntun kita untuk menjadi lebih baik dan membuat kita bertahan untuk tetap hidup dan menikmatinya” ungkap Hendra (GM UBOH JPR) dalam sambutannya saat membuka program motivasi tersebut.

Senin, 15 September 2014

Mengutamakan safety dan green di pt indonesia power

Konsep keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berusaha mencari dan mengungkapkan kelemahan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan sehingga dalam jangka panjang tidak hanya setiap karyawan atau pegawai  mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja, namun juga menjamin keuntungan bagi perusahaan.
Di Indonesia Power (IP), kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja digabungkan dengan lingkungan dan dikenal dengan K3L (Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan) karena kebijakan ini ditujukan tidak saja untuk mencegah terjadinya kecelakaan namun juga mencegah dampak lingkungan yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban dan kerugian. 
Menurut Harlen, Kepala Divisi Pembinaan Pembangkit sekaligus Pembina K3 di Indonesia Power, penerapan K3 di Indonesia Power sama saja artinya dengan tidak ada kesalahan pada proses kerja, baik manusia maupun barang. “Intinya, kecelakaan kerja tidak boleh terjadi pada proses bisnis. Kecelakaan kerja yang kami maksud bukan hanya manusia tapi juga (terhadap) peralatan. Unit Bisnis yang melakukan kesalahan walaupun kecil tidak akan mendapatkan zero accident award dari Perusahaan.“ ujarnya, akhir Mei di Jakarta.
Pemberian zero accident award bagi Unit Bisnis dilakukan sebagai ukuran keberhasilan penerapan K3 di Indonesia Power. Proses untuk mendapatkannya sendiri memang tidak mudah. Setiap Unit Bisnis harus memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan Kementerian Tenaga Kerja serta peraturan K3L yang berlaku di  PT Indonesia Power, khususnya pencapaian kecelakaan nihil.
Syarat pencapaian kecelakaan nihil adalah dalam kurun waktu satu tahun di suatu Unit Bisnis tidak terjadi kecelakaan kerja bagi pegawai atau tenaga kerja kontraktor, kehilangan kesempatan produksi, kerusakan peralatan, kerusakan kendaraan operasi, pencemaran lingkungan maupun terjadinya kebakaran. 
Nah, agar tujuan K3L tercapai, ada hal-hal yang harus dilakukan perusahaan. Misalnya menyediakan alat pelindung diri bagi pegawai sesuai kebutuhan dan kondisi lingkungan kerjanya seperti helm, sepatu tahan pukul/tegangan, sabuk pengaman, sumbat telinga, kacamata untuk las, perisai muka, sarung tangan dan pakaian kerja dari  berbagai bahan serta perlengkapan lain sesuai kebutuhan yang sifatnya pekerjaan khusus.
Selain itu dilakukan pemasangan rambu atau tanda gambar di IP merupakan suatu keharusan. Rambu atau tanda gambar ini harus mudah terbaca. Sebut saja tanda larangan, tanda bahaya, tanda penunjuk arah, tanda anjuran, tanda wajib menggunakan alat pelindung diri, simbol dan label B3 serta tanda lingkungan lainnya.  
“Diharapkan dengan adanya peringatan, misalnya lampu ada rambunya biar orang nggak salah dalam melaksanakan pekerjaan dan yang utama menghindari kecelakaan,“ ujar Harlen. Bila peringatan sudah jelas tetapi masih terjadi pelanggaran, dipastikan ada sanksi yang dikenakan kepada pelaku.
“Kami juga menjaga budaya malu jika tidak melaksanakan ketentuan K3. Jika ada manager atau pegawai yang tidak memakai helm akan tertangkap oleh kamera. Dan itu kemudian dipublikasikan di lingkunga internal“ ujarnya  Harlen mencontohkan aturan ketat K3 di IP.   
Untuk memutakhirkan informasi dan kompetensi pegawai, yang tidak kalah pentingnya, IP rutin mengadakan pembinaan kepada pegawai dan mitra kerja tentang pencegahan kecelakaan dan pencemaran lingkungan melalui pendidikan  tentang K3L melalui latihan secara periodik dengan materi semisal penyebab penyakit akibat kerja (PAK) seperti kebisingan (noise), tekanan udara rendah, debu, cahaya dan radiasi serta sumber-sumber bahaya yang bisa menimbulkan PAK misalnya mesin generator dan lalu lintas, tempat ketinggian, ruang gudang/peralatan, lampu penerangan dan layar komputer.  
Selain pelatihan tadi, terdapat beberapa kegiatan yang rutin dilaksanakan untuk mensosialisasikan semangat K3 di lingkungan IP yaitu saja pelaksanaan Bulan K3 Nasional, Pemeliharaan  Peralatan dan Perlengkapan K3, Latihan Pemadam Kebakaran (PMK), kegiatan lomba K3 dan Latihan Tanggap Darurat serta berbagai kegiatan lainnya.
Menurut Harlen, beberapa dari kegiatan K3 ini juga dilombakan. Misalnya  pelatihan PMK. “PMK ini bukan hanya diadakan latihan tetapi juga dilombakan kepada karyawan dengan hadiah yang menarik, “ tambahnya.


Diharapkan dengan aturan yang jelas dan dukungan dari perusahaan, K3L yang dilaksanakan di Indonesia Power tidak hanya memberi manfaat bagi karyawan tetapi bagi keberlangsungan perusahaan. “Saving yang kita dapatkan dari dilaksanakannya K3 sangat besar. Dampak yang lebih luas adalah citra perusahaan yang lebih baik, “ tutup Harlen. 

Kesejahteraan pegawai di pt indonesia power

Kesejahteraaan Pegawai
Aspek kesejahteraan Pegawai juga menjadi perhatian Indonesia Power agar Pegawai dapat merasa aman dan nyaman dalam bekerja , yang selanjutnya dapat memotivasi tiap individu untuk terus meningkatkan prestasi dan produktifitas kerja.
Indonesia Power memastikan bahwa upah minimum yang diberikan kepada semua pegawainya telah berada di atas upah minimum provinsi di setiap area dimana Perusahaan beroperasi. Indonesia Power memberikan jamianan kesehatan kepaga Pegawai dan memastikan bahwa terdapat kesetaraan jaminan kesehatan bagi peawai wanita dan pria. Indonesia Power juga memberikan tunjangan hari raya keagamaan kepada Pegawai dengan besaran sekurang-kurangnya sama dengan ketentuan perundang-undangan.
Indonesia Power memastikan agar kesetaraan dalam pemberian upah bagi pekerja pria dan wanita terealisasikan dengan baik.

Pengharagaan SDM
  • Terkait Karya Inovasi pegawai
  • Penghargaan Bidan SDM seperti OPI, HTS dll
  • data dari Website dan ENG dan SDM